DATA DETIL
Konflik PT. Sumber Energi Jaya (SEJ) dengan Warga Desa Picuan

 SULAWESI UTARA, KAB. MINAHASA SELATAN

Nomor Kejadian :  38_IM_HUMA
Waktu Kejadian :  01-06-2012
Konflik :  Emas
Status Konflik :  Belum Ditangani
Sektor :  Pertambangan
Sektor Lain  :  
Luas  :  822,00 Ha
Dampak Masyarakat  :  0 Jiwa
Confidentiality  :  Public

KETERLIBATAN

  • Kepolisian
  • PT. Sumber Energi Jaya (SEJ)
  • Desa Picuan

KONTEN

PT Sumber Energi Jaya (PT SEJ), perusahan tambang emas yang beroperasi di Minahasa Selatan (Minsel), melingkupi area yang ditenggarai lintas kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Disisi lain adalah masyarakat beberapa desa seperti Tokin, Picuan, Karimbow yang pada akhir tahun 2000-an sempat beralih profesi dari masyarakat tani menjadi masyarakat pertambangan pasca temuan adanya kandungan emas di desa mereka tersebut. Berawal dengan upaya penahanan pemilik area tambang rakyat di Desa Picuan oleh aparat negara bersenjata lengkap, pada 4 Juni 2012. Polisi menyerang warga desa menjelang tengah malam, sekitar pukul 22.30 WITA, yang menyebabkan sejumlah warga desa tertembak dan mengalami luka-luka. Kejadian ini bermula dari konflik pertambangan. Warga desa Picuan menolak kehadiran perusahaan tambang swasta, yaitu PT. Sumber Energi Jaya (SEJ). Bagi warga, kehadiran perusahaan swasta itu akan menggusur pertambangan rakyat. Sebab, kawasan tersebut memang kawasan tambang rakyat.

Warga desa sendiri mengantongi ijin berupa Surat Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 673K/20.01/DJP/1998 tentang Penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat untuk Bahan Galian Emas di daerah Alason dan Ranoyapo Kabupaten Minahasa (sebelum pemekaran).

Pada tahun 2010, Bupati Minahasa Selatan mengeluarkan SK Nomor 87 tahun 2010 tentang Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi Menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada PT. Sumber Energi Jaya (PT SEJ). Lokasi ijin PT. SEJ ini tumpang-tindih dengan kawasan tambang rakyat. Inilah yang memicu konflik dan penolakan dari warga desa Picuan.

Ironisnya, polisi sangat berpihak dalam konflik ini. Sejak awal, polisi telah berada di garda depan menangkapi warga penolak tambang. Salah satunya adalah penangkapan Edison Kesek, seorang pendeta yang juga anggota koperasi tambang rakyat, yang aktif menggalang perlawanan terhadap kehadiran PT. SEJ.


Data Humawin dan http://www.berdikarionline.com/mengutuk-kekerasan-polisi-di-picuan/

LAMPIRAN

--Tidak Ada Lampiran--