DATA DETIL
Di balik Krisis Agraria dan Ekosistem Kepulauan Seribu

 DKI JAKARTA, KAB. KEPULAUAN SERIBU

Nomor Kejadian :  123
Waktu Kejadian :  15-11-2011
Konflik :  Taman Nasional
Status Konflik :  Belum Ditangani
Sektor :  Kawasan Konservasi Laut
Sektor Lain  :  
Luas  :  0,00 Ha
Dampak Masyarakat  :  0 Jiwa
Confidentiality  :  Public

KETERLIBATAN

  • Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu
  • PT CNOOC
  • Kepulauan Seribu

KONTEN

Sejak 2003 tumpahan minyak mentah mencemari 78 dari 87 pulau, hingga masuk kawasan Taman Nasional Laut kepulauan Seribu.

Tahun berikutnya terjadi empat kali tumpahan minyak. Kejadian pertama mencemari 37 pulau termasuk perairan sebelah timur laut Pulau Pramuka dan Pulau Paniki. Pencemaran kedua dan ketiga terjadi pada 2 dan 5 Mei 2004, tumpahan minyak ditemukan di Pulau Kelapa dan Pramuka. Dan keempat terjadi 1 Oktober. Saat itu gumpalan minyak mentah setebal 4 sampai 5 sentimeter membentuk hamparan 1 hingga 2 kilometer di sekitar Pulau Kotok.
Pada 2006, pencemaran minyak terjadi kembali di Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu pada Minggu Ketiga Februari. Dua tahun berikutnya Oktober 2008, lapisan minyak menggenangi empat pulau di bagian selatan Kepulauan Seribu, yakni Pulau Pari, Pulau Tikus, Pulau Burung, dan Pulau Payung, dengan ketebalan mencapai 1 hingga 20 sentimeter. Pencemaran terbesar kali ini di Pulau Payung dengan luas permukaan laut tertutup, minyak sekitar 100 meter persegi, berupa. Minyak mentah itu memiliki ketebalan mencapai 0,5 sentimeter dan hampir memenuhi sepanjang pantai Pulau Payung. Akibatnya 5000 ribu bibit bakau yang di tanam terancam mati.


Sajogyo Institute, kompasiana.com

LAMPIRAN

--Tidak Ada Lampiran--