DATA DETIL
Keberadaan Perusahaan Sawit Menjadi Pemicu Utama Konflik Batas Desa Cinta Jaya

 SUMATERA SELATAN, KAB. OGAN KOMERING ILIR

Nomor Kejadian :  23_IM
Waktu Kejadian :  01-05-2008
Konflik :  Perkebunan Kelapa Sawit
Status Konflik :  Belum Ditangani
Sektor :  Perkebunan
Sektor Lain  :  
Luas  :  0,00 Ha
Dampak Masyarakat  :  0 Jiwa
Confidentiality  :  Public

KETERLIBATAN

  • Pemerintahan Propinsi Sumatera Selatan
  • Pemerintahan Kabupaten Ogan Komering Ilir
  • PT Sampoerna Agro
  • PT Gading Cempaka
  • PT Rambang Agro Jaya
  • PT Klantan
  • Desa Cinta Jaya

KONTEN

Sejak 2008 di desa Cinta Jaya terdapat 4 (empat) konsensi perusahaan sawit seluas 2.024 Ha yang sebagain besar berada di wilayah Areal Penggunaan Lain (APL). Perusahan tersebut adalah PT Sampoerna Agro, PT Gading Cempaka, PT Rambang Agro Jaya dan PT Klantan. Kehadiran perusahaan tersebut mendorong konflik batas desa dan munculnya spekulasi tanah (pasar tanah). Konflik batas desa yang terjadi akibat penetrasi perusahaan sawit, antara desa Cinta Jaya dengan 3 desa lainya yaitu desa Pedamaran 2, Pedamaran 4 dan Pedamaran 5. Selain menimbulkan konflik batas desa, sejak hadirnya perusahaan, lahan persawahan masyarakat sering mengalami banjir dan mengakibatkan gagal panen karena kanal yang dibangun perusahaan di wilayah konsensi berdampak pada rusaknya sistem aliran air lahan pertanian dan persawahan masyarakat yang berada sekitar areal konsensi.

Desa Cinta Jaya secara administratif berada di Kecamatan Padaman Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Luas Desa Cinta Jaya mencapai 16.700 Ha dengan status dan fungsi kawasan APL, HPK dan HPT. Jumlah penduduknya 2.601 Jiwa. Mayoritas jenis tanah di desa berupa tanah gambut yang luasanya mencapai 14.561 Ha atau 87,19 persen dari seluruh luas desa. Dan desa Cinta Jaya masuk dalam Kawasan Hidrologis Gambut (KHG) Burmai Sibumbung dan KHG Talang Rimba.

Untuk pemenuhan kebutuhan sehari - hari sebagian besar penduduk desa Cinta Jaya menjadi pembuat krupuk dan kemplang serta pengrajin purun, karena sektor pertanian tidak lagi menjadi tumpuhan pendapatan warga semenjak perusahaan masuk. Ada sebagian kecil yang bertani tumpang sari sayuran dan hortikultura serta mempunyai kebun karet namun dengan lauas lahan yang tidak begitu luas. Selain itu ada yang berprofesi sebagai nelayan. Sejak masyarakat desa Cinta Jaya tidak lagi bisa mengantungkan hidupnya dari sektor pertanian akhirnya banyak masyarakat menjadi buruh di sekitar desa, luar desa dan juga di ibu kota kabupaten. Selain menjadi buruh ada juga yang menjadi pedagang dari hasil industri pengelolahan ikan seperti krupuk, pempek maupun hasil kerjinan tangan lainya seperti purun yang dijual di luar desa seperti di Kayu Agung.


Geodata Nasional

LAMPIRAN

--Tidak Ada Lampiran--