DATA KONFLIK

No

Tahun

Judul

Klip

Konflik

Sektor

 

1 2011 Di balik Krisis Agraria dan Ekosistem Kepulauan Seribu Awalnya Kepulauan Seribu ekosistemnya masih sangat bagus ketika masih sedikit penduduk yang tinggal disana. Selama ini penyebab utama pencemaran di Kepulauan Seribu diketahui ada dua hal yaitu. Pertama berasal dari Perusahaan Kapal minyak yang membuang ampas minyak (residu) ke laut, kedua dikarenakan kebocoran pipa perusahaan pengeboran minyak lepas Pantai. Namun, kasus-kasus pencemaran minyak di Kepulauan seribu tidak ditangani secara serius oleh Pemerintah pusat. Padahal, kerugian akibat dampak tersebut setiap tahunnya mencapai miliyaran rupiah. Selain kerugian Materi, juga terjadi kerusakan ekosistem laut pesisir dan pantai. Akibatnya nelayan kesulitan menangkap ikan di kawasan tersebut. Saat ini jasa wisata menjadi pencaharian utama sebagian penduduk Kepulauan Seribu. Pencemaran ekosistem ini menyebabkan menipisnya persediaan ikan tangkapan, berkurangnya air bersih, hancurnya ekosistem biota laut, minimnya persediaan pangan, dan produksi sampah yang semakin meningkat. Penguasaan pulau-pulau kecil oleh privat juga menyebabkan semain sempitnya lahan dan ruang kelola masyarakat Kepulauan Seribu
Taman Nasional
Kawasan Konservasi Laut
2 2017 Konflik Tenurial Wakatobi Ketika mendengar kata "wakatobi" hal yang pertama kali muncul dalam benak adalah keindahan bawah laut yang dimiliki. Pengandaian ini tak hanya berlaku untuk warga indonesia saja melainkan bagi seluruh warga dunia. Wakatobi merupakan kawasan yang berada dalam world coral triangle memiliki kenaekaragaman hayati tinggi (khususnya biota laut) yang merupakan sumber pendapatan yang menjajikan, tak hanya untuk warga lokal dan negara, warga asingpun turut serta dalam praktek ini.Potensi ini seharusnya dapat memberikan hasil yang waksimal kesemua pihak baik masyarakat lokal, pemda, negara maupun investor jika dikelola dengan bijaksana. Konflik tenurial yang terjadi selama ini di kawasan wakatobi merupakan implikasi dari ketidak harmonisan kebijakan yang diberlakukan. Konflik ini muncul tak lain akibat adanya kebijakan yang tumpah tindih antara Badan otoritas pariwisata (BOP), Taman Nasional Wakatobi dan Masyarakat Adat wakatobi.
Taman Nasional
Kawasan Konservasi Laut
Displaying : 1 of 2 entries, Rows/page: