DATA KONFLIK

No

Tahun

Judul

Klip

Konflik

Sektor

 

1 2017 Krisis Agraris dan Ekosistem Kepulauan Seribu Kepulauan Seribu dari beberapa dekade telah mengalami degradasi dan kerusakan ekosistem yang tinggi. Kerusakan tersebut akibat perubahan alat tangkap masyarakat nelayan, semakin menyempitnya wilayah darat-pemukiman bagi masyarakat, limpahan limbah minyak kapal, limbah materi dari muara-muara sungai Teluk Jakarta, produksi sampah yang tinggi, dan aktivitas wisata bahari. Kerusakan ekosistem berdampak pada ketersediaan ikan tangkap bagi masyarakat nelayan. Kerusakan-kerusakan ekosistem tersebut diperparah dengan adanya penguasaan pulau-pulau kecil oleh privat dan swasta. Lebih dari 50% pulau-pulau di Kepulauan Seribu telah dikuasai oleh privat dan swasta. Krisis ekosistem dan agraria memberikan konsekuensi timpang pada alternatif penghidupan masyarakat, yaitu wisata bahari. Atas dasar penguasaan pulau-pulau kecil dan alat produksi yang lain, bisa dipastikan bahwa pihak yang akan mendapatkan manfaat lebih besar dari sektor wisata bahari bukanlah masyarakat nelayan, tetapi pihak yang menguasai alat produksi wisata dan khususnya privat/swasta yang menguasai pulau-pulau kecil.
Kawasan Wisata
Sarana Umum
2 2011 Di balik Krisis Agraria dan Ekosistem Kepulauan Seribu Awalnya Kepulauan Seribu ekosistemnya masih sangat bagus ketika masih sedikit penduduk yang tinggal disana. Selama ini penyebab utama pencemaran di Kepulauan Seribu diketahui ada dua hal yaitu. Pertama berasal dari Perusahaan Kapal minyak yang membuang ampas minyak (residu) ke laut, kedua dikarenakan kebocoran pipa perusahaan pengeboran minyak lepas Pantai. Namun, kasus-kasus pencemaran minyak di Kepulauan seribu tidak ditangani secara serius oleh Pemerintah pusat. Padahal, kerugian akibat dampak tersebut setiap tahunnya mencapai miliyaran rupiah. Selain kerugian Materi, juga terjadi kerusakan ekosistem laut pesisir dan pantai. Akibatnya nelayan kesulitan menangkap ikan di kawasan tersebut. Saat ini jasa wisata menjadi pencaharian utama sebagian penduduk Kepulauan Seribu. Pencemaran ekosistem ini menyebabkan menipisnya persediaan ikan tangkapan, berkurangnya air bersih, hancurnya ekosistem biota laut, minimnya persediaan pangan, dan produksi sampah yang semakin meningkat. Penguasaan pulau-pulau kecil oleh privat juga menyebabkan semain sempitnya lahan dan ruang kelola masyarakat Kepulauan Seribu
Taman Nasional
Kawasan Konservasi Laut
Displaying : 1 of 2 entries, Rows/page: